Rabu, 14 Juli 2010

Star Sign chapter 1 part 1

“kalo lo mau nyari yang terbaik, maka suatu saat lo bakal ninggalin hal terbaik tersebut buat terbaik yang lain” sedetik kemudian dia menghisap rokokknya, dan detik selanjutnya asap mengepul keluar dari sela sela bibirnya.

mungkin apa yang tio bilang benar, tapi buat jono konsep mencari yang terbaik bukan kaya gitu. Sambil mengeluarkan sebungkus marlboro putih dari sakunya, menarik sebatang, meletakkannya di mulut lalu membakarnya*rokok, bukan mulut

“konsep gue ga kaya gitu yo, setelah yang terbaik gue temuin maka pencarian gue berenti, its completely closed, the door shut” secara kasual jono melontarkan pendapatnya, sambil mengepulkan asap hisapan keduanya. yang mana ia sendiri kurang meyakini apa yang barusan dibilangnya itu benar.

“yaaaa terserah si, sekarang yang penting lo kenalan laaah, kalo ngomong doang mana ada hasilnya”

“tenang aja, semua uda ada konsepnya di sini nih” sambil menunjuk ke bagian samping kepala dengan telunjuknya jono kembali menjelaskan.

“konsep mulu lo jon, makan tu konsep, kalo ga ada realisasinya sih sama aja boong” roni ikut nimbrung

“semua hal yang lo lakuin di dunia ini signifikan dan penting, tapi yang peling penting adalah bahwa lo melakukannya”

Jono sejenak terbengong dalam percakapan setengah serius, setengah gila bersama rekan rekannya, tapi ia terpikir akan pepatah lama tersebut, dan menunjukkan raut wajah berpikir keras*seakan ada otak yang sangat besar mengisi kepalanya, padahal… yaa ok lanjut. Sedetik kemudian ia mematikan rokoknya di asbak.

bener juga sih, kalo gue ga kenal dia, gimana dia bisa tau kalo gue ada, kalo gue existing living being around her, berarti next time gue ketemu dia gue harus kenal sama dia” jono kembali menjelajah isi pikirannya sendiri dan menyadari sesuatu yang teramat penting mengenai perempuan yang disukainya, bahwa jane tidak kenal jono.

Jono, adalah seorang mahasiswa bidang broadcasting, pintar*relative sebenarnya. Tampan*ini super duper relative, dari sudut pandang mana anda melihat, dengan mata tertutup mungkin tampan deskripsi yang tepat. Konyol*sebuah deskripsi yang sangat masuk akal untuk orang yang pernah ditabrak bajaj*kenapa bajaj? Karena bajaj adalah… you know what, maybe I just have to stop with this star sign, just go on reading. Singkat kata jono ini adalah seorang pria luar biasa biasa, maksudnya adalah kebiasaanya itu luar biasa yang membuat dia menjadi sangat biasa... *whats with this biasa… another star sign, AAARRGGHHH. Dimana kehidupannya biasa biasa saja, memiliki teman teman baik seperti mahasiswa pada umumnya, memiliki nilai yang terkadang baik dan terkadang buruk seperti mahasiswa pada umumnya, dan memiliki kondisi keuangan seperti mahasiswa pada umumnya*you know what I mea… AAAARRRGGHHHH.

Topic of the day pada hari ini adalah jane, seorang wanita yang luar biasa cantik, at least menurut jono, dimana cantik didefinisikan sebagai langsing, putih, berambut panjang, bla… bla… bla… *actually this definition cover almost every girl on the planet, once more, I give up with this star sign, put it everywhere you like, dan judul tulisan ini akan menjadi story of star sign, sigh. Padahal rekan rekan setongkrongan mendefinisikan jane sebagai

“badannya kaya triplek” tio

“cakep apanya, masih mending pacar gue” roni

“taruhan sama gue, pasti dia masih pake miniset” tama* just info pemuda satu ini selalu nyerempet hal yang ngga ngga dalam setiap omongannya.

Dan berbagai deskripsi ‘menarik’ lainnya tentang jane, biar bagaimanapun jono berjanji akan mengejar jane dan berusaha menjadikannya pacarnya. Jono semester enam dan jane semester dua, which is beda dua tahun*kurang menarik ya informasinya? Sigh

“pergaulan lo sama dia pasti beda jon, kalo menurut gue sih dia itu tipe anak gaul ibukota yang nenteng blek beri kemana mana, dugem tiap malem minggu, dan kebal sama omelan mak bapaknya kalo diomelin pulang malem”

“ga peduli, gue ga bakal tau kalo gue ga kenal dia, ok!”
“ok then, kenalan lah…” sebelum tama menyelesaikan kalimatnya jono menyela

“niatnya sih begitu, tapi kok level keberanian gue mendadak tiarap tiap depan dia yah”

“emang siapa?

”jane kan?”

“bukan, bapaknya, bawa aja seperangkat alat solat sama roti buaya, lamaran dah, ga pake lama kalo gue sih, kenalan, pacaran, ahhh lama!, mending langsung…” lagi lagi sebelum kalimat terakhir selesai jono menyela.

“kampret, gue udah tau apa yang ada di otak lo, lagian kenapa jadi lamaran sih, kayanya salah pilih temen nih gue, haloooo ada yang mau menjadikan invertebrata di sebelah saya sebagai teman, saya salah pilih teman” jono setengah teriak menunjuk makhluk setengah manusia setengah gila di sebelahnya.

this is the day, hari ini gue musti kenalan, minimal kenalan aja jon, masa lo gabisa sih, tinggal, jono… jane… ehh gue yang bla bla bla.. ga susah ko gitu doang” pikiran jono membuat spekulasi yang ternyata nantinya justru membawa kesesatan.

Jono pun berputar ke sekeliling kampus, mencari kelas dengan tulisan jane di pintunya, bukan karena dia seorang buronan jaman koboy yang perlu dibuat dead or alive kind of poster, tapi memang hari ini sampai 2 minggu ke depan adalah minggu ujian, jadi setiap kelas akan ditempel daftar absent untuk menentukan ruang kelas.

ahhh this is it” macam salah seorang chef cantik nan sexy di televisi mempresentasikan makanan yang baru selesai dimasaknya, tanpa mengetahui mungkin saja ada orang yang akan meninggal tiba tiba setelah memakan makanan tersebut.

Akhirnya jono menemukan kelas dimana jane ujian, ruang 210, di pojok dekat toilet

ironis, kenapa cewek secantik jane bisa diberikan ruangan sebegini buruk sebagai tempat ujiannya, kalo gue kepala yayasan disini bakal gue kasih jane ruangan terbaik dengan meja bertabur bunga mawar, dan lilin”*is it candle light dinner or an exam?!. Sejenak jono berbaur dalam khayalannya tanpa sadar jane baru saja keluar dari dalam kelas.

Dalam sekejap otak jono meberi perintah untuk refresh*klik kanan, refresh. Kemudian segera masuk my document, dan mencari file bernama ‘konsep kenalan jane.doc’*tring, double klik. Kemudian muncul text box “the document you are trying to open is corrupt, or missing, please refer to the right path for this document”

Jono terkesiap, menatap jane dari jauh, semua konsep yang dibuat sejak jauh jauh hari seakan hilang tak berbekas.

cantiknyaaaaaa…”

Beberapa menit setelah membereskan almamater dan segala hal hal kompleks tentang ujian, jane berjalan ke arah jono, jono panik.

gimana ini gimana ini, harusnya ini saatnya, tapi gimana gue kenalannya yah, pikir pikir pikir jon!!! AAARGHHHH” seakan otak jono berubah menjadi seloyang pudding strawberi baru matang yang bergoyang kesana kemari*metafora macam apa ini!!!. Dan sama sekali tak ada respons yang mengindikasikan, dia akan berkenalan dengan jane, pada momen dimana jane lewat persis di depan jono, jono hanya bisa terdiam sambil secara kasual memainkan hanphone di tangannya*which is very unnatural, mana ada orang panic bisa bergaya kasual. Dan kemudian jane berbaur dengan teman temannya

“haaaaaiiiii, gimana tadi, pada bisa ga? Soal nomor 3 susah ya…” dengan sangat luwes jane mulai berceloteh dengan temannya membahas ujian yang baru saja ia kerjakan.

Sedangkan jono… klik start, turn off computer, shut down.

“damn!!!”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar