Jumat, 30 Desember 2011

Catatan Si Pengangguran #1 - preface

si kucing lagi pergi ke luar kota, sehingga dari postingan ini sampai entah postingan yang mana, dia blom bisa tampil ngerecokin lagi-just info

postingan gue sore ada korelasinya sama kerjaan gue sekarang sebagai seorang pencari kerja profesional, kalo ada yang belom tau apa aja jobdesc seorang pencari kerja profesional, its kinda simple, as simple as, looking for a job. yaaa nyari kerjaan, seorang pencari kerja profesional adalah orang yang tiap harinya mantengin lowongan kerja online di internet, ato lowongan kerja di media cetak, yang nantinya berujung pada pengiriman cv, baik itu via online atau via kurir, dan pada akhirnya mendapati kekecewaan bahwa setelah berminggu minggu atau berbulan bulan setelah pengiriman cv tersebut belom ada panggilan yang masuk untuk interview atau apapun itu yang menyangkut rekrutmen, jadi secara ringkas seorang pencari kerja profesional bisa kita sebut sebagai PENGANGGURAN.

eeeniweeii, itu sekedar intermezo aja, karena ternyata jadi pengangguran itu ga gampang, gimana mau gampang, ga ada pemasukan duit, ga ada yang bisa bikin lo sibuk, lo ga berinteraksi sama orang, pokokknya bener bener suatu kondisi yang ga ngenakin, tapi yaaa siapa sih yang mau jadi pengangguran, ga bakal ada orang yang cita citanya jadi pengangguran, kaya waktu kita sd ditanya soal cita cita

"nicky, cita cita kamu apa?"
"jadi pilot bu"
"pilot apa nicky?"
"pilot remote control" seenggaknya cita cita yang mulia untuk jadi pilot, walopun pesawatnya segede lemper

itu salah satu percakapan lumrah waktu kita sd, dan sangat jarang percakapan macam gini terjadi

"nicky, cita cita kamu mau jadi apa?"
"jadi pengangguran bu"
"oke, mulai besok berenti sekolah aja yah"

gue pribadi adalah orang yang ga pernah mikirin cita cita jangka panjang, misalnya waktu sd gue ditanya cita cita apaan, gue jawab mau lulus sd dan masuk smp, waktu smp ditanya cita cita, gue jawab mau lulus smp dan mau masuk sma, dan begitu pula waktu sma ditanya soal cita cita

tapi sekarang gue bakal jawab lain klo ditanya soal cita cita, seenggaknya dengan kondisi sekarang gue bakal jawab kira kira gini

"nicky, abis lulus kuliah mau jadi apa?"
"apa aja bu, yang penting kerja, dapet gaji, sama keluar rumah tiap hari, jadi pengangguran ga enak!"

karena setelah lulus gue menyadari betul kalo lapangan peekrjaan di indonesia ini susah didapat, apalagi yang sesuai sama kemampuan, jadi gue dengan pede dan harus pede untuk menjawab bahwa gue siap jadi apapun, asal kerjaannya ssuai sama gelar sarjana gue, maksudnya, ga mungkin kan sarjana gini jadi kang sayur

the bottom line is, ga enak jadi pengangguran tapi klo kata bokap its all about proccess, jadi nikmatin aja dulu penganggurannya *see, even my father gave me demotivational word, gmana gue mau maju, orang tua macem apa ituh!! GGGRRRRR

jadi buat para pengangguran di luar sana, mari kita berdoa agar besok atau lusa ada nomor tak dikenal nelpon ke henpon kita dan menawari interview pekerjaan, walopun ujung2nya ga diterima, karena bahkan sebuah interview bisa memberikan moral boost yang sangat besar buat para pengangguran*karena klo interview kita dapet ongkos dari bonyok, mayan buat beli roko :D

cheers, and keep trying

Selasa, 27 Desember 2011

Don't Pretend that Everything Allright When Obviously It Isn't

judul diatas sedikit banyak ngegambarin apa yang mau gue posting sekarang. i hate it when the situation on the title above happen, its pretty much shit you know...

"yaaaa yaaaa"

ciiiingggggg!!! sapa yang ngajak ngomong sih??!! ya tuhan gabisa tenang banget gue klo lagi mau posting.

"laaahhhh itu, ada 'you know'nya, kan normalnya itu kata harus merefer sama seseorang, atau minimal sesuatu, ya toh?"

heeemmm yaaa oke! itu 'you know' di kalimat diatas refer to myself, are we clear?

"i dont think so, mana ada orang nanya sama dirinya sendiri, gila itu namanya bos"

zzzzzzz, okeeee okeee!! gue ralat!
judul diatas sedikit banyak ngegambarin apa yang mau gue posting sekarang. i hate it when the situation on the title above happen. titik. period. over. naaahh ga ada lagi kata tanya yang harusnya merefer ke seseorang kan?

"heemmm ralat diterima, tapi karena secara ga langsung saya udah masuk ke postingan ini, jadinya terusin aja, gapapa toh"

okeeee okeeee,terserah!
sooooo, baru mendapatkan diri guedi sebuah situasi yang menurut gue sangat amat ga enak, situasi apa? yaa itu kaya judul yang diatas
ada orang yang jelas jelas kenapa kenapa, tapi begitu gue tanya dia dengan entengnya jawab "ga papa" its sucks you know

misalnya ada dua situasi kaya dibawah ini

1. gue punya pacar, pacar gue bete, dan mukanya yang tadinya secerah kate middleton di hari pernikahannya, berubah kaya uang gopean gambar monyet yang uda setengah abad ada di kantong celana jins yang ga pernah dicuci, kusut in instance. trus gue secara kasual dan tanpa dosa pasti nanya, kamu kenapa? lalu dia jawab "ehhh njing, nyet, bi, lo bikin gue bete aja deh, lo tuh ya bla...bla...bla..." dan tetep secara kasual tapi dengan sedikit rasa berdosa kali ini gue pasti memelas dan bilang "aduuu maaf yaaa, aku gatau klo kamu bla...bla...bla..." dan gue pasti melas sedemikian sampe bahkan barack obama klo ngeliat muka gue yang kaya gitu langsung dengan ikhlasnya beliin ferrari*ngarep. sampe itu pacar gueh maapin gue maksudnya.

dan situasi kedua

2. gue punya pacar, pacar gue bete, dan mukanya yang tadinya secerah kate middleton di hari pernikahannya, berubah kaya uang gopean gambar monyet yang uda setengah abad ada di kantong celana jins yang ga pernah dicuci, kusut in instance. trus gue secara kasual dan tanpa dosa pasti nanya, kamu kenapa? lalu dia jawab "engga gapapa kok"...

situasi mana yang bakal gue pilih?

"duaaa duaaaa, *teeettttttt, teeeeetttt, dua bos duaaa" dan entah darimana si kucing ini bisa punya buzzer macem di kuis kuis dangdut TPI, atau bisa disebut MNC tv sekarang, dan jadiin pertanyaan gue diatas semacem kuis gitu

ini bukan kuis kucing!!! dan pertanyaan selanjutnya, ngapain ada buzzer bgituan sgala di postingan gueh!!!! AAAAAAAAAA!!!!!

"wahhh iya iya maap, ini dapet suvenir dari kuis kuis internet bos hehehe"

auu terserah!! tapi yang jelas, gue lebih milih situasi pertama, kenapa? karena gue lebih pilih ada orang yang jujur tentang perasaannya dan bilang apa salah gue ato apa yang ngeganggu pikirannya walopun itu disampein pake cara kasar sekalipun, dibanding sama orang yang kalo ditanya kenapa, jawabnya malah dengan polos dan entengnya "Ga papa" padahal jelas klo dia kenapa kenapa, its some sort of hypocrite you know, and i hate those kind of thing

Don't Pretend that Everything Allright When Obviusly It Isn't